Jelajahi keindahan dan sejarah di setiap sudut Pulau Penyengat
Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1832-1844 M dengan keunikan konstruksi tanpa paku. Masjid ini merupakan salah satu warisan sejarah terpenting di Pulau Penyengat yang menunjukkan kejayaan Kesultanan Riau-Lingga pada masanya.
Benteng pertahanan peninggalan Kerajaan Riau-Lingga dengan pemandangan spektakuler. Dari puncak benteng, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Tanjung Pinang dan perairan sekitarnya.
Lokasi peristirahatan terakhir pujangga besar Melayu, penulis Gurindam Dua Belas. Kompleks makam ini menjadi saksi bisu kejayaan sastra Melayu dan peradaban Islam di Kepulauan Riau.